| |
Ebiet G. Ade - Langkah Berikutnya (1982) - Sebuah Tragedi 1981 Lyrics, MP3
Dia nampak tegah berdiri, gagah perkasa Berteriak tegas dan lantang, ia nakhoda Sebentar gelap hendak turun Asap tebal rapat mengurung Jeritan yang panjang, rintihan yang dalam, derak yang terbakar, dia tak diam du du du du du du du du du du du du
Dia nampak sigap bergerak di balik api Seperti ada yang berbisik, ia tersenyum Bila bersandar kepadaNya terasa ada tangan yang terulur Bibirnya yang kering serentak membasah Tangannya yang jantan tak kenal diam
Bertanya kepadaNya, "Mesti apalagi?" Semua telah dikerjakan tak ada yang tertinggal Geladak makin terbenam, ho harapan belum pudar Masih ada yang ditunggu mukjizat dariNya Atau bila segalanya harus selesai Pasrah terserah kepadaNya
Dia nampak duduk terpekur tengah berdoa Ia hadirkan semua putranya, ia pamitan Tanggung jawab yang ia junjung dan rasa kemanusiaan ia telah bersumpah selamatkan semua ia rela berkorban jiwa dan raga du du du du du du du du du du du du
Di tengah badai pusaran air tegak bendera Ia t'lah gugur begitu jantan, ia pahlawan Pengorbanannya patut dikenang, jasa-jasanya pantas dicatat Taburkanlah kembang di atas kuburnya Berbelasungkawa bagi pahlawan
More Lyrics from "Langkah Berikutnya (1982)" albumSenandung Pucuk-Pucuk Pinus Nyanyian Cinta Satu Ketika Yang Telah Selesai Dzaffin Kado Kecil Buat Istri Orator Biduk Telah Sarat Dan Kutambatkan Potret Hitam-Putih Hidup V
More Alums by "Ebiet G. Ade"Camellia I (1979) Camellia II (1979) Camellia III (1980) Camellia 4 (1980) Tokoh-Tokoh (1982) 1984 (1984) Zaman (1985) Isyu! (1986) Menjaring Matahari (1987) Sketsa Rembulan Emas (1988) Seraut Wajah (1990) Kupu-Kupu Kertas (1995) Cinta Sebening Embun:Puisi-Puisi Cinta (1995) Aku Ingin Pulang:15 Hits Terpopuler (1996) Gamelan (1998) Balada Sinetron Cinta (2000) Bahasa Langit (2001) In Love:25th Anniversary (2007) Other Songs
|
|
| |